Ibu Guru Nabila mengajak Yudi, Jihan, dan teman-temannya mengikuti kegiatan “Kunci-Kunci Cahaya”. Ia membagikan kartu berisi bacaan Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan beberapa dzikir perlindungan yang dibaca pada pagi dan petang. Anak-anak mempraktikkan bacaan tersebut bersama-sama dengan perlahan dan berulang. Melalui kegiatan itu, mereka memahami bahwa dzikir bukan sekadar kata-kata yang dihafalkan, melainkan cara mengingat Allah, memohon perlindungan-Nya, dan memulai serta menutup hari dengan hati yang tenang. Kebiasaan sederhana tersebut membuat anak merasa dekat dengan Allah dan terdorong untuk mengamalkan dzikir secara mandiri di rumah maupun di sekolah.
